Because In Business, Every Day Counts ..

Insight provider for your daily finance and investment deals

Perbedaan Gross Margin, Operating Margin dan Net Margin August 19, 2008

Perbedaan Gross Margin, Operating Margin dan Net Margin

Oleh Romora Edward Sitorus

 

            Hal yang menarik dalam industri keuangan adalah istilah-istilah teknis yang khusus digunakan. Misalkan saja ketiga istilah di atas, ketiganya menggambarkan suatu kondisi yang berbeda. Namun ketiganya dibutuhkan karena setiap fase perhitungan memerlukan analisis yang khusus pula.

 

Gross Margin merupakan Gross Profit dibagi dengan Total Revenue. Dalam hal ini Gross Profit merupakan Total Revenue dikurangi cost of sales. Semakin tinggi Gross margin, maka semakin efisien suatu perusahaan relative terhadap pesaingnya dalam industri

 

Operating Margin merupakan ukuran proporsi dari penerimaan perusahaan yang tersisa setelah membayar biaya variable produksi seperti gaji, bahan dasar. Dll. Secara sederhana, operating margin adalah operating profit dibagi dengan total sales. Operating margin dapat digunakan perusahaan untuk membayar biaya-biaya tetap seperti bunga atas hutang (www. investopedia.com)

            Dalam hal ini operating profit adalah Gross profit – operating expenses. Adapun operating expense terdiri dari gaji yang dibayarkan kepada pekerja, penelitian dan pengembangan, dan tagihan lain-lain.

            Seringkali operating margin juga menentukan interest coverage ratio yaitu ukuran berapa kali perusahaan dapat membaran cicilan bunga dengan pendapatan sebelum bungan dan pajak. Semakin kecil rasio tersebut, semakin tinggi beban utang suatu perusahaan.

            Dalam hal ini interest coverage ratio adalah EBIT (earnings before interest and taxes) dibagi dengan pengeluaran bunga (interest expense).

 

Net Margin merupakan net income setelah pajak dibagi dengan penerimaan (revenue). Net income sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) ditujukan sebagai indicator kinerja perusahaan bukan sebagai aliran kas bebas.

 

Sebagai tambahan dari hal di atas. Dalam membandingkan dua perusahaan atau lebih, seorang manajer keuangan dapat membandingkan kinerja dua perusahaan melalui ROA (Return on Assets) dan ROE (Return on Equity).

 

Return on Equity menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang kas secara internal. Dalam banyak hal, semakin tinggi pengembalian ROE, semakin baik. Sedangkan Return on Assets mengukur pendapat perusahaan dalam hubungannya dengan segala sumber daya (modal pemegang saham ditambah dana pinjaman jangka pendek dan jangka panjang). Ada dua cara mendapatkan ROA, yang pertama adalah Net margin dikali Asset Turnover atau yang kedua, net income dibagi rata-rata asset tiap periode. Adapun Asset Turnover ratio adalah Total Penerimaaan dibagi dengan rata-rata asset tiap periode.

 

Sources:www.investopedia.com

http://www.beginnersinvest.about.com

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers